Perbaikan Sistem Keselamatan Kerja dan Tata Letak Gudang di Ketiga Cabang Toko Makin Hasil, Jember

Toko Makin Hasil merupakan toko yang bergerak di bidang pembuatan etalase, \naluminium, kusen, rolling door, dll, yang membuka tiga toko di Jember. Toko dengan bidang \nusaha seperti ini berhubungan dengan berbagai macam material aluminium dan lembaran kaca \ndalan berbagai jenis dan ukuran. Untuk i...

Szczegółowa specyfikacja

Zapisane w:
Opis bibliograficzny
Wydane w:Ubaya Repository (University of Surabaya)
1. autor: María Ivone
Format: Praca dyplomowa
Język:id
Wydane: University of Surabaya 2011
Hasła przedmiotowe:
Dostęp online:http://repository.ubaya.ac.id/18789/1/TM_3504_Abstrak.pdf
Etykiety: Dodaj etykietę
Nie ma etykietki, Dołącz pierwszą etykiete!
Opis
Streszczenie:Toko Makin Hasil merupakan toko yang bergerak di bidang pembuatan etalase, \naluminium, kusen, rolling door, dll, yang membuka tiga toko di Jember. Toko dengan bidang \nusaha seperti ini berhubungan dengan berbagai macam material aluminium dan lembaran kaca \ndalan berbagai jenis dan ukuran. Untuk itu, proses kerjanya perlu mendapat perhatian khusus \nkarena kecelakaan dapat timbul kapan saja dan dimana saja, apalagi pekerjaan yang berhubungan \ndengan material yang rapuh dan berpotensi bahaya seperti kaca. Penyimpanan material ini pun \nperlu perhatian dan cara khusus, agar material terhindar dari kerusakan yang dapat menyebabkan \nkerugian biaya bagi pemilik toko dan resiko kecelakaan pada pekerja. \nDalam upaya untuk mengembangkan usahanya, pihak toko Makin Hasil perlu melakukan \nbeberapa perbaikan yang berguna untuk memperlancar aktivitas kerjanya. Salah satu perbaikan \nyang perlu dilakukan oleh pihak toko adalah menyangkut keselamatan dan kesehatan kerja. \nAnalisis keselamatan dan kesehatan pekerja pertama-tama dapat dilakukan dengan analisis proses \npengerjaan etalase (produk yang paling sering dikerjakan), proses pengambilan dan peletakan \nbahan baku (lembaran kaca), dan metode penyimpanan material di gudang. Analisis keselamatan \ndan kesehatan pekerja dilakukan menggunakan PHA (Preliminary Hazard Analysis) dan FTA \n(Fault Tree Analysis) untuk mencari tahu penyebab terjadinya kecelakaan dan pencegahan yang \ndapat dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan. \nBerdasarkan hasil dari PHA dan FTA, maka diperlukan adanya perbaikan pada beberapa \nhal terkait proses kerja dan metode penyimpanan material. Perbaikan yang dilakukan adalah \nperbaikan pada posisi kerja pekerja pada bagian pemotongan material. Perbaikan ini dilakukan \ndengan analisis REBA (Rapid Entire Body Assesment). Hasil analisis dengan metode REBA \nmemperoleh skor akhir 4 (resiko cedera cukup tinggi), yang berarti perlu adanya perbaikan dan \nanalisis lebih lanjut. Perbaikan lebih lanjut dilakukan dengan analisis perbaikan berdasarkan \nketinggian bangku dan permukaan kerja untuk posisi duduk. Berdasarkan hasil analisis score \nREBA, dipilih alternatif untuk perubahan ketinggian bangku karena score REBA yang dihasilkan \nlebih kecil, yaitu 3 (artinya resiko cedera rendah). Perbaikan lainnya yaitu penggunaan alat \npelindung diri seperti kacamata, penutup telinga, dan wadah penampung sisa potongan kaca untuk \nmenghindari pekerja terluka akibat terkena sisa potongan lembaran kaca yang bertebaran. \nKecelakaan kerja pada bidang usaha ini juga dapat timbul akibat metode penyimpanan \nyang kurang tepat. Oleh karena itu, dilakukan perbaikan pada cara penyimpanan lembaran kaca \nyang semula lembaran kaca disimpan sembarangan tanpa pengaturan secara khusus (random \nstorage policy). Jenis dan ukuran lembaran kaca yang sering diambil untuk memenuhi demand \ntidak diperhatikan. Lembaran kaca yang berfrekuensi besar berada terlalu jauh dari tempat proses \nkerja berlangsung (toko). Untuk itu, dilakukan perbaikan dengan metode dedicated storage policy \nbased on popularity, yang dilakukan dengan perhitungan waktu dan jarak yang ditempuh untuk \nmencapai material dengan mengurutkan demand dari ketiga toko pada bulan Juni dan menghitung \nfrekuensi pengambilan dengan flowchart prosedur kerja. Berdasarkan hasil perhitungan pada \nlayout awal diperoleh jarak total yang ditempuh adalah 40224,8 m dan waktu totalnya sebesar \n1581,07 menit. Sedangkan hasil perhitungan dari layout usulan adalah sebesar 28641,1 m untuk \njarak totalnya, dan 1114,58 menit untuk waktu yang ditempuh. Hasil perhitungan pada layout \nusulan lebih kecil karena adanya perubahan letak material yang berfrekuensi besar pada jarak yang \nlebih dekat ke pintu. Selain perbaikan dan analisis untuk posisi penyimpanan kaca di gudang, \npeneliti juga memperbaiki media penyimpanan lembaran kaca di gudang, yaitu dengan \nmenggunakan palet untuk wall racks yang diberikan tanda pada bagian alas palet sebagai acuan \nkemiringan lembaran kaca pada sudut 3o-5o (kemiringan yang aman untuk menghindari terjadinya \nkeretakan pada lembaran kaca). Pada gudang juga diletakan tanda peringatan agar pekerja lebih \nhati-hati saat menyimpan lembaran kaca, karena penyimpanan yang dilakukan sembarangan dapat \nmenimbulkan potensi bahaya saat pengambilan. \nDengan adanya perbaikan pada kondisi tempat kerja dan metode penyimpanan \ndiharapkan dapat membantu menjawab kebutuhan pihak toko, yaitu mengurangi resiko kecelakaan \ndi tempat kerja, sehingga mencegah terjadinya kerugian yang dialami akibat kecelakaan kerja.